https://jurnal.larisma.or.id/index.php/AER/issue/feedAdvances in Education Research2026-01-22T23:01:21+07:00Prof. Dr. H. Elfrianto. S.Pd., M.Pdlarisma2021@gmail.comOpen Journal SystemsAER: Advances in Education Researchhttps://jurnal.larisma.or.id/index.php/AER/article/view/1467Penerapan Metode Muraja’ah dalam upaya Meningkatkan Hafalan Al- Qur’an siswa MIS Khairurrahmah Merbau Rintis Desa Pantai Gading Tahun Ajaran 2024-20252026-01-13T17:32:02+07:00Yuni Asri Ningratriningratri77@gmail.comMuhammad Alwanningratri77@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode <em>muraja’ah</em> dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa di MIS Khairurrahmah Merbau Rintis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru tahfiz dan 32 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode <em>muraja’ah</em> mampu meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an siswa, baik dari aspek kelancaran, ketepatan bacaan, maupun kemampuan menjaga hafalan. Dari 32 siswa yang menjadi subjek penelitian, sebanyak 27 siswa mampu mempertahankan hafalan dengan baik, sementara 5 siswa masih mengalami kendala berupa kurangnya kedisiplinan dan rendahnya motivasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode <em>muraja’ah</em> efektif dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa apabila dilaksanakan secara terjadwal, berkelanjutan, serta didukung oleh pendampingan guru yang intensif.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Yuni Asri Ningratri, Muhammad Alwanhttps://jurnal.larisma.or.id/index.php/AER/article/view/1484Peran Guru Sekolah Dasar dalam Mencegah Bullying di Era Globalisasi dan Media Sosial2026-01-22T23:01:06+07:00Ummi Kaltsum Mawaddahummikaltsum2020@gmail.comAzizah Ajeng Umayyahummikaltsum2020@gmail.comTasya Defriliantiummikaltsum2020@gmail.comElfrianto Elfriantoelfrianto82@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru sekolah dasar dalam mencegah perilaku <em>bullying</em> di era globalisasi dan media sosial. <em>Bullying</em> pada jenjang sekolah dasar tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik dan verbal, tetapi juga berkembang dalam bentuk <em>cyberbullying</em> seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital oleh anak. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa <em>bullying</em> masih sering dianggap sebagai perilaku wajar atau candaan di lingkungan sekolah, sehingga kurang mendapatkan penanganan yang tepat. Dampak <em>bullying</em> terbukti memengaruhi perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Guru sekolah dasar memiliki peran strategis dalam mendeteksi secara dini, mencegah, dan menangani <em>bullying</em> melalui penciptaan iklim kelas yang aman, pendidikan karakter, serta penguatan literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sangat penting sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam membentuk sikap empati, toleransi, serta penggunaan media sosial secara bijak guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Ummi Kaltsum Mawaddah, Azizah Ajeng Umayyah, Tasya Defrilianti, Elfrianto Elfriantohttps://jurnal.larisma.or.id/index.php/AER/article/view/1483Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan dan Toleransi Melalui Persfektif Global di Sekolah Dasar2026-01-22T23:01:14+07:00Siti Sundari Damaniksitidamanik7@gmail.comSastra Yustikasastrayustika@gmail.comVeronika Valentinasastrayustika@gmail.comDina My Ladylady74167@gmail.comElfrianto Elfriantoelfrianto82@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan sikap toleransi peserta didik sekolah dasar melalui penerapan pembelajaran berbasis perspektif global. Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan lingkungan. Permasalahan lingkungan serta menurunnya sikap toleransi menjadi isu global yang perlu direspons melalui pendidikan sejak dini. Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kesadaran lingkungan dan toleransi kepada peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya penanaman kesadaran lingkungan dan toleransi melalui perspektif global di sekolah dasar, serta strategi pembelajaran yang dapat diterapkan. Pendekatan perspektif global membantu peserta didik memahami keterkaitan antara kehidupan lokal dan global, menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan, serta menghargai keberagaman. Melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, sekolah dasar dapat membentuk peserta didik menjadi warga dunia yang bertanggung jawab, toleran, dan berkarakter.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Siti Sundari Damanik, Sastra Yustika, Veronika Valentina, Dina My Lady, Elfrianto Elfriantohttps://jurnal.larisma.or.id/index.php/AER/article/view/1485Peran Guru Sekolah Dasar dalam Menanamkan Kesadaran Global melalui Integrasi Nilai Lokal2026-01-22T23:01:21+07:00Therecia Sihotangthereciabethaniasihotang26@gmail.comIntan Andinithereciabethaniasihotang26@gmail.comAnggriani Pratiwithereciabethaniasihotang26@gmail.comFreny Sidabutarthereciabethaniasihotang26@gmail.comElfrianto Elfriantoelfrianto82@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sekolah dasar (SD) dalam membentuk kesadaran dunia atau global citizenship pada siswa melalui penggabungan nilai-nilai lokal dalam proses belajar mengajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal, buku, serta dokumen ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting sebagai fasilitator, penghubung budaya, serta jembatan antara pengetahuan global dan nilai-nilai lokal. Tiga kemampuan utama yang dibutuhkan dalam proses ini meliputi literasi digital untuk mengakses informasi dari berbagai sumber global, literasi budaya untuk memperkuat rasa nasionalisme, serta literasi global untuk memahami isu-isu seperti lingkungan, perdamaian, dan kemanusiaan. Penggabungan nilai-nilai lokal seperti musyawarah, toleransi, dan gotong royong terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa yang empatik, kritis, serta peduli terhadap isu sosial. Namun demikian, tantangan yang ditemukan dalam implementasi global citizenship education di sekolah dasar meliputi keterbatasan kompetensi guru dan sarana teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan guru secara berkelanjutan serta peningkatan fasilitas pembelajaran digital agar pendidikan kewargaan global dapat berjalan secara optimal di sekolah dasar.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Therecia Sihotang, Intan Andini, Anggriani Pratiwi, Freny Sidabutar, Elfrianto Elfrianto