Civil liability in illegal online loans
Main Article Content
Abstract
The development of financial technology–based online lending services in Indonesia has been accompanied by the widespread emergence of illegal online loan providers operating without registration or supervision from the Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan/OJK). These illegal practices are characterized by high interest rates, short repayment periods, and weak consumer protection, leading to increased defaults and legal uncertainty for borrowers. This study aims to examine the role of the OJK in regulating and supervising online loan companies and to analyze the civil liability arising from credit agreements involving illegal online lending. This research employs normative legal research using statutory and conceptual approaches, with data obtained through library research of primary and secondary legal materials. The findings indicate that the OJK functions as a regulator and supervisor to ensure order, transparency, and consumer protection in the financial services sector. Credit agreements with unlicensed online loan companies may be canceled due to the absence of legal authorization; however, debtors remain obligated to return the borrowed funds, and default does not eliminate civil liability.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adeline, L. (2020). Akibat hukum bagi pemberi pinjaman terhadap pembatalan akta perjanjian pinjam meminjam. Indonesian Notary, 2(4), 269-285.
Ginting, L. (2016). Perlindungan hukum bagi kreditor yang beritikad baik akibat pembatalan hak tanggungan. De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 368–391. https://doi.org/10.30596/dll.v1i2.800
Group Shanghai Finance Institute P2P Research. (2016). Peer-to-peer lending with Chinese characteristics: Development, regulation and outlook. Routledge.
Harahap, F., & Ramadhani, R. (2024). Tinjauan hukum relaksasi kredit bagi debitur pada pinjaman online. UNES Law Review, 6(4), 12240–12250. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.2178
Heriyadi, H. (2023). Tinjauan yuridis peran dan fungsi otoritas jasa keuangan (OJK) dalam sistem keuangan di Indonesia. Jurnal Hukum Progresif, 11(1), 36–44. https://doi.org/10.14710/jhp.11.1.36-44
Kasmir. (2015). Dasar-dasar perbankan. RajaGrafindo Persada.
Koto, I., & Faisal, F. (2021). Penerapan eksekusi jaminan fidusia pada benda bergerak terhadap debitur wanprestasi. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences, 4(2), 774–781. https://doi.org/10.34007/jehss.v4i2.739
Maroena, G. A., et al. (2024). Kewenangan otoritas jasa keuangan menangani hak nasabah atas pelanggaran jasa keuangan online. Nasya Expanding Management.
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
Nugi. (2024). The role of the financial services authority (OJK) in protecting consumer rights in online lending [Bachelor thesis, Universitas Sultan Agung (UNISSULA) Semarang].
Noerzein, A., Firdaus, R. M. F., & Azizah, E. A. W. (2022). Legalitas tanda tangan elektronik sebagai bentuk otoritas dalam perjanjian kredit perbankan. Triwangsa Hukum, 1(2), 31–48.
Nurhilmiyah, N., Purba, H., Sitompul, Z., & Devi, T. K. (2024, March). Komparasi aturan hukum pinjaman online dengan pendanaan bersama menuju perekonomian yang adil dan beradab. In Seminar Nasional Hukum, Sosial dan Ekonomi (Vol. 3, No. 1, pp. 69–76).
Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Perusahaan fintech lending berizin. https://www.ojk.go.id
Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Satgas PASTI pemberantas aktivitas keuangan ilegal (Press release No. SP 1/STPASTI/I/2025). https://www.ojk.go.id
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 10/POJK.05/2022 tentang layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi.
Putri, I. H. (2022). Perlindungan hukum terhadap debitur dalam perjanjian pinjaman online. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, 1(1), 1-15.
Putri, T. P., Astutty, D. M., Sunarjo, S., & Lailawati, F. D. (2020). Keabsahan yuridis perjanjian pinjaman online yang tidak terdaftar di otoritas jasa keuangan. Bhirawa Law Journal, 1(2), 56–62. https://doi.org/10.26905/blj.v1i2.5482
Purba, O. W., Ardhya, S. N., & Dantes, K. F. (2023). Perlindungan konsumen terhadap pengguna pinjaman online ilegal di Kota Denpasar. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 3(4), 180–193. https://doi.org/10.23887/jih.v3i4.2783
Ratnawai, E. (2024). Awas tertipu! Ini daftar 23 pinjol ilegal terbaru 2024. https://infobanknews.com/awas-tertipu-ini-daftar-233-pinjol-ilegal-terbaru-2024/
Rifa’i, I. J., et al. (2023). Metodologi penelitian hukum. Sada Kurnia Pustaka.
Santi, E., Budiharto, B., & Saptono, H. (2017). Pengawasan otoritas jasa keuangan terhadap financial technology. Diponegoro Law Journal, 6(3), 1–20. https://doi.org/10.14710/dlj.2017.19683
Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi penelitian. Pustaka Baru Press.
Syafitri, Y. (2023). Implikasi penerbitan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK terhadap peran OJK. UNES Law Review, 6(1), 860–867. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.893
Syafriana, R. (2024). The role of technology in modernizing notary services in the era of globalization. Indonesian Journal of Education, 3(4), 102–107. https://doi.org/10.56495/ije.v3i4.804
Syuhada, T. (2019). Pelaksanaan sita jaminan terhadap objek sengketa di tangan pihak ketiga. De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 42–53. https://doi.org/10.30596/dll.v4i1.3163
Triansyah, A., Julianti, P. N. S., Fakhriyah, N., & Afif, A. M. (2022). The role of the financial services authority in legal protection for illegal online lending users. Cross-Border, 5(2), 1090–1104.
Wahyuni, R. A. E., & Turisno, B. E. (2019). Praktik financial technology ilegal dalam bentuk pinjaman online ditinjau dari etika bisnis. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(3), 379–391. https://doi.org/10.14710/jphi.v1i3.379-391
Andista, D. R., & Susilawaty, R. (2021, September). Pengaruh persepsi kemudahan penggunaan dan risiko terhadap minat pengguna dalam penggunaan financial technology pinjaman online. In Proceedings of the Industrial Research Workshop and National Seminar (Vol. 12, pp. 1228–1233).